Hidup tak musti hebat. Sederhana pun bisa berarti ...

Rabu, 20 Juni 2012

Jalan itu...

"Show me the way," kicaumu pada dunia pagi kemarin, melengkapi status-status galaumu sepanjang hari selama minggu-minggu terakhir ini. Persis seperti para pe-galau- (sebutanku untuk orang-orang yang suka pamer keresahannya di dunia maya) yang selalu memenuhi beranda fesbukku.

Minggu, 10 Juni 2012

Sepi yang ramai

"Aku dan kamu, seperti hujan dan teduh. Pernahkan kau mendengar kisah mereka? Hujan dan teduh ditakdirkan bertemu, tetapi tidak bersama dalam perjalanan."

 
Hari ini, waktunya mengembalikan buku 'Hujan dan Teduh' karya Wulan Dewatra ke perpustakaan. Buku yang kupinjam sejak dua minggu yang lalu, tapi baru sempat kubaca semalam hingga pukul 02.30 dini hari.  Tentu saja kini aku sangat mengantuk, tapi kupaksakan bangun karena beberapa pekerjaan yang terbengkalai tak mungkin kutunda lagi. Sementara di luar, langit masih kelabu, rintik pun masih setia. Si hitamku tak ada, berpayung sajakah menuju kesana? Tiba-tiba saja aku menghayal andai saja ada jalan pintas di hutan sebelah rumahku menuju perpustakaan, tentu aku dengan riang akan berpayung di bawah rintik hujan menuju ke sana.

Minggu, 22 April 2012

Putih..

"Kerupuk yang ini berapa harganya?" tanyaku di sebuah kios langgananku di pasar Rawa Indah.

"Tigabelas ribu Bu," jawab si penjaga kios, seorang gadis remaja. Wajahnya cantik sebenarnya, hanya tak terawat dan penuh bekas jerawat. Biasanya ia berdua dengan sang pemilik kios, seorang ibu yang kutaksir tak jauh berbeda usianya denganku. Tapi hari ini kulihat ia hanya sendiri.

Senin, 16 April 2012

Bawa duit dong...

Waktu masih bekerja sebagai Clerk di Maintenance Planning Section, aku sering kebagian tugas mengumpulkan uang iuran dan sumbangan dari pekerja yang ada di kantorku . Biasanya aku mengedarkan list sumbangan, menanti mereka mengisi dengan nama dan nominal, menerima dan menghitung uang pemberian mereka. Beberapa pekerja biasanya langsung memberikan uangnya, tapi seringkali pula ada yang hanya menulis nama tapi uangnya belakangan. Ada juga yang menolak dengan alasan tidak membawa uang, atau dompetnya ketinggalan.

Jumat, 03 Februari 2012

Topi, topi saya!

Bertahun-tahun tinggal di komplek perumahan PT. Badak yang aman tentram gemah ripah loh jinawi, sungguh saya tak pernah merasa kecewa pada sikap Satuan Pengaman yang berjaga di Pos-pos gerbang komplek.

Kalau cuma ditanya, “Mau kemana, Bu?” saya anggap itu pertanyaan biasa yang cukup saya jawab dengan sopan tanpa harus merasa berang (cie.. sok dewasa). Begitupun bila mereka bertanya soal kelengkapan SIM dan STNK, cukup tunjukkan saja 2 mahluk yg selalu berada berdampingan dengan KTP di dalam dompetku. Beres kan?

Sabtu, 31 Desember 2011

Bacaanku : Rembulan tenggelam di wajahmu

"Rembulan tenggelam di wajahmu" - dunia 'fantasi' tere-liye tentang perjalanan hidup. Disini hanya ada satu rumus : semua urusan adalah sederhana.


Ini kali pertama aku membaca karangan tere-liye. Buku setebal 426 halaman tanpa biodata penulisnya. Tak ada kata pengantar, tak ada daftar isi, hanya sebuah kalimat di hal. iii:

Minggu, 11 Desember 2011

Rinduku terobati disini

Aku, lahir dan dibesarkan di kota Cimahi puluhan tahun yang lalu. Kota kecil yang saat itu sawahnya masih menghampar luas di sekeliling asrama TNI Pusdik Pom tempat kami tinggal. Genta kerbau yang membajak sawah, panen padi dan juga riuhnya rombongan bebek berbaris rapi masih terekam indah dalam benakku. Sayang, aku tak pernah menyaksikan lagi pemandangan seperti itu setelah aku pindah ke Bontang tahun 1989. Apalagi untuk merasakan sensasi terbenamnya kaki telanjang yang menjejak ke dalam lumpur sawah sambil memunguti tutut (keong kecil) setiap musim tanam hampir tiba, tak pernah lagi! Kota pesisir ini hanya menyajikan pantai, tambak, bukit-bukit dengan hutannya yang mulai menipis.