Hidup tak musti hebat. Sederhana pun bisa berarti ...
Tampilkan postingan dengan label Hobby. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobby. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Juli 2012

Ketika Hobi Menjadi Bisnis


Kisah ini pernah kuikutkan audisi menulis Mompreuner, tapi nggak lolos.

"KUCING-KUCING ITU MEREPOTKANKU...."
Suatu hari di bulan Desember 2008 di kediaman seorang breeder di Bandung...
Astaga, 5 juta!!! Aku menggeleng tak percaya menatap dua ekor kucing pesek di hadapanku.  Bulunya indah tipe longhair, yang satu putih yang lainnya abu-abu. Tapi hatiku tetap tak setuju dengan harga semahal itu. Harap-harap cemas aku menatap suamiku, berharap ia melupakan keinginannya. Tapi apa mau dikata, obsesinya untuk memiliki sepasang kucing persia begitu menggebu walaupun hanya sekelas pet quality.  “Ini termasuk murah Bu, kalau di petshop mana dapat? Apalagi kalau Bapak ingin yang pignose & show quality, bisa 6 sampai 8 juta harganya per-ekor”  breeder  berusaha meyakinkan aku.  

Sabtu, 30 Juni 2012

Gowes Keberuntungan

Gowes pagi ini antara niat dan tidak. Maklum biarpun jarum menunjukkan pada pukul 06.00 pagi, matahari masih enggan menampakkan sinarnya. Seperti lelap di peraduannya. Tapi Abi bilang acara sepeda santainya dimulai pukul 6 tepat di GOR PT. Badak.

Sabtu, 23 Juni 2012

Berlayar bersama Abi dan Dhiya

"Umi, ke laut yuk!" ajak Abi di Sabtu pagi, 23 Juni 2012. "Atau, Umi  mau ke pasar?" lanjutnya.
Masih dalam keadaan ngantuk, aku pikir-pikir. Mau ke pasar,  malas ah (malas kok dipiara). Mau ke laut, aih... tak ada rencana. Kegiatan tanpa rencana kira-kira bakal menyenangkan nggak ya?

"Di Marina aja atau ke Beras Basah?" tanyaku
"Kita sailing di Marina aja, yuk!"

Kamis, 06 Oktober 2011

Ketika Menerima Sebuah Kekalahan


Sedikit berbagi uneg-uneg di hati.

Tepuk tangan membahana ketika puisi perjuangan karya Sapardi Joko Darmono selesai kubaca. Mantap aku menuruni tangga panggung. Beberapa orang yang tak kukenal menyambutku dengan ucapan selamat dan kata-kata pujian. Aku tersanjung dan yakin bakal masuk 10 besar finalis “Lomba Pembacaan Puisi Perjuangan” dalam rangka 50 tahun Indonesia Merdeka *PD amat!

Sabtu, 19 Maret 2011

Behind The Screen : My first project @LNGTV "Berbagi Kreasi Menu Sarapan Cepat dan Bergizi"

Jujur nih, mulanya ga PD lho waktu mbak Christ menawarkan untuk bergabung dalam Team yang menyiapkan acara PWP di LNG TV. Tayangan setiap Rabu malam berdurasi satu jam ini merupakan kerjasama Persatuan Wanita Patra LNG Badak dengan LNGTV untuk menampilkan sebuah acara bincang-bincang secara “live” seputar kegiatan di sekitar kita yang akhirnya diberi nama RUANG WANITA.

Selasa, 03 Agustus 2010

Ketika Kesempatan Itu Tiba

Kursus komputer gratis? Hm... mau banget! Apalagi setelah membaca note-nya Teh Inong di fesbuk yang judulnya “Kursus Komputer Penghilang Stress” tertanggal 28 April 2010 yg lalu. Bener deh pingin ikutan! (Eitss... jangan salah terka, ingin ikut kursus bukan karena sedang stress lho hehehe... yang jelas ingin tambah ilmu biar nggak gaptek-gaptek amat).

Minggu, 07 Februari 2010

Dari "Latihan Dasar Penulisan" bersama mbak Muthi Masfu'ah di PWP

“Semua bisa jadi penulis. Anak-anak saja bisa, apalagi kita…” Tulisan yang terpampang di LCD screen Ruang Seruni pada tanggal 10 Februari 2009 setahun yang lalu itu begitu sederhana, dibawakan oleh Mbak Muthi Masfuah dari FLP Kaltim. Tetapi justru kalimat sederhana itu menggelitik keinginan saya untuk mencoba sesuatu yang pernah menjadi angan-angan di masa remaja. Menulis, menulis, menulis… tapi menulis apa ya? Banyak ide berseliweran di kepala. Banyak kisah nyata dan pembangkit semangat yang sangat sayang untuk dilewatkan menjadi sebuah tulisan, tapi begitu tangan mulai menekan keyboard computer dan pikiran mencari kata-kata yang tepat untuk memulai sebuah tulisan, ide yang tadi serasa cemerlang menguap begitu saja. Buntu tanpa tahu jalan keluar dimana.

“Mulailah menulis apa saja yang kamu tahu. Menulislah tentang pengalaman dan perasaanmu sendiri” Nah, kalau yang ini sepertinya mudah ya? Mbak Muthi bisa saja membangkitkan semangat dengan mengutip kata-kata JK ROWLING. Kebetulan saya menemukan sebuah buku harian 20 thn yang lalu yang masih tersimpan, agak heran juga setelah menyadari dulu begitu mudahnya menuliskan perasaan hati walau untuk konsumsi sendiri, paling tidak dari tulisan tangan yang tanpa coretan itu kata-kata mengalir begitu saja bagaikan air tanpa sedikitpun ragu. Dan membacanya kembali di usia kepala 4 seperti ini menjadikannya seperti memutar sebuah film lama di kepala yang membuat hati tersedu dan kadang tertawa mengingatnya. Tapi itu dulu, kenyataannya saat ini ketika jemari mulai menari menekan huruf, lha kok jadi bertele-tele banget hasil tulisannya, banyak nggak nyambungnya, bolak-balik ngetik dan delete, waduh… ternyata sulit juga membuat tulisan.

“Jangan menyerah!” Hati kecil memberi semangat. Kan mbak Muthi juga menyampaikan “Menulis itu bagaikan berenang. Betapapun seringnya seseorang mendengarkan ceramah atau membaca buku tentang renang, ia tetap tidak akan bisa berenang selama ia tidak menceburkan diri ke dalam kolam renang” Okelah kalau begitu mbak Muthi. Untuk menceburkan diri pada dunia menulis, akhirnya saya putuskan menuliskan apa-apa yang sudah mbak Muthi sampaikan pada 4x pertemuan Latihan Dasar Penulisan.

Menurut mbak Muthi syarat menjadi penulis itu adalah : Be your self, memiliki mimpi, memiliki cinta. Wow, ketiganya sudah kumiliki! Berarti saya bisa menjadi penulis kan? Tunggu dulu. Untuk menjadi penulis, ternyata ada beberapa tips yang harus dilakukan:

1. Berteman baik dengan buku, majalah, koran dan kamus.
2. Berdiskusi dengan teman, orang yang memiliki pengalaman / pengetahuan
3. Senang melakukan perjalanan
4. Membuat catatan untuk setiap peristiwa baik kejadian biasa maupun luar biasa
5. Menulis diary

Oow… tips yang mudah, tapi belum saya lakukan. Kelihatannya, saya belum bisa menjadi Penulis nih. :(